WARTANUSANTARANEW.ID - LAHAT, SUMATERA SELATAN – Tabir gelap kasus pembunuhan tragis yang mengguncang Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap sepenuhnya. Seorang pemuda bernama Ahmad Fahrozi (23) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, SA (63), dengan cara yang sangat keji.
Berikut adalah deretan fakta terbaru yang berhasil dihimpun tim investigasi terkait babak baru kasus tersebut:
1. Pelaku Merupakan Residivis Baru Bebas Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa Ahmad Fahrozi bukanlah pemain baru dalam tindak kriminal. Ia merupakan seorang residivis yang baru saja menghirup udara bebas sekitar dua bulan lalu. Sebelumnya, ia menjalani hukuman 1,5 tahun penjara atas kasus penipuan dan penggelapan pada tahun 2024.
2. Motif Terlilit Judi Online dan Emas Ibu yang Raib Hancurnya hubungan ibu dan anak ini diduga kuat berakar dari ketergantungan pelaku pada judi online. Informasi yang dihimpun menyebutkan pelaku sempat mencuri dan menjual perhiasan emas milik ibunya. Uang hasil penjualan tersebut ludes digunakan untuk berjudi. Perselisihan memuncak setiap kali pelaku kembali meminta uang kepada korban.
3. Kronologi Eksekusi di Kebun Kopi Aksi keji ini bermula pada Sabtu pagi (28/03/2026). Pelaku membawa korban ke kawasan kebun kopi di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai, dengan dalih akan menebus kembali perhiasan yang telah ia jual. Di lokasi yang sepi, pelaku justru menyerang korban menggunakan parang secara brutal hingga tewas di tempat.
4. Upaya Menghilangkan Jejak: Dibakar dan Dimutilasi Pasca membunuh, Fahrozi berupaya menghilangkan jejak dengan cara yang mengerikan. Ia sempat meninggalkan jasad korban untuk membeli bensin, lalu kembali untuk membakar tubuh ibunya. Tak berhenti di situ, pelaku memutilasi tubuh korban dan memasukkannya ke dalam karung plastik untuk dipindahkan.
5. Membawa Potongan Tubuh Sejauh 17 Kilometer Pelaku membawa potongan tubuh korban menggunakan sepeda motor menuju kebun keluarga di Desa Karang Dalam yang berjarak sekitar 17 kilometer dari lokasi eksekusi. Di sana, ia mengelabui seorang rekannya untuk membantu menggali lubang dengan alasan keperluan perkebunan, yang ternyata digunakan untuk mengubur potongan jasad korban.
Penyelidikan Masih Berlanjut Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus ini guna memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain serta memeriksa kondisi psikologis pelaku. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyoroti dampak destruktif kecanduan judi online yang berujung pada tindak pidana berat dalam lingkup keluarga.
Pewarta : Tim

