PAGAR ALAM Sumatra Selatan – Aura "Jumat Keramat" benar-benar terasa di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam. Wali Kota Ludi Oliansyah, ST kembali merombak kabinetnya dalam pelantikan besar-besaran yang digelar di Aula SD Negeri 74, Jumat (24/4).
Namun, pelantikan kali ini menyisakan sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah pejabat eselon II dan III justru mengalami "terjun bebas" atau demosi ke jabatan yang lebih rendah.
Daftar Pejabat yang Turun Jabatan Fenomena turunnya eselon ini menjadi buah bibir di kalangan ASN. Beberapa nama besar yang harus rela melepas jabatan strategisnya antara lain:
Mastullah: Sebelumnya menjabat Kasat Pol PP (Eselon II), kini turun menjadi Kabid Lalu Lintas di Dinas Perhubungan (Eselon III).
Desi Elviana: Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Eselon II) ini kini menjabat sebagai Kabag TU di RSUD Besemah (Eselon III).
Hafiz Ramadhan: Sebelumnya Sekretaris Dinas Pariwisata, kini menjabat Kabid.
Bambang Irawan: Sebelumnya Sekretaris Disperindag, kini turun menjadi Kabid.
Haspiryuda: Sebelumnya Sekretaris Dispora, kini digeser menjadi Kabid di Dinas PUTR. Kursi OPD Masih "Goyang"
Di tengah perombakan besar ini, publik mempertanyakan efektivitas birokrasi lantaran masih banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis yang dibiarkan tanpa pejabat definitif.
Hingga saat ini, instansi vital seperti Dinas KB, Dinas PUTR, hingga RSUD Besemah masih dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) atau Pelaksana Tugas (Plt). Kondisi ini dinilai kontradiktif dengan semangat percepatan pembangunan yang kerap didengungkan.
Wali Kota: "Bukan Jual Beli Jabatan"
Menanggapi isu yang berkembang, Wali Kota Ludi Oliansyah menegaskan bahwa proses mutasi ini murni berdasarkan evaluasi kinerja yang dilakukan selama lebih dari satu tahun. Ia membantah adanya praktik transaksional di balik bongkar-pasang jabatan ini.
"Kami tetap konsisten, tidak ada yang namanya jual beli jabatan. SK ini bahkan saya tandatangani sendiri pada Kamis malam pukul 24.00 WIB untuk menjaga kerahasiaan dan integritas," tegas Ludi di hadapan ratusan pejabat yang dilantik.
Ludi mengklaim bahwa rotasi rutin setiap hari Jumat ini merupakan upaya untuk memberikan arah pembangunan yang lebih jelas. Namun, bagi para pejabat yang "terbuang" ke posisi lebih rendah, kebijakan ini tentu menjadi catatan merah dalam perjalanan karier mereka di lingkup Pemkot Pagar Alam.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Hj. Bertha, Sekda Zaily Oktosab Fitri Abidin, serta Kepala BKPSDM Ali Akbar Fitriansyah. Kini, publik menanti apakah "gerbong bergerak" ini benar-benar membawa kemajuan atau justru sekadar manuver politik menjelang akhir masa jabatan.
Pewarta Editor : Bk tim

