BANJAR — Suasana hangat terasa sejak pagi ketika hamparan jagung kuning cerah di Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, mulai dipanen pada Jumat (28/11/2025). Lahan seluas 5.000 meter persegi milik Asep, anggota Kelompok Tani Sri Rejeki, menjadi pusat perhatian setelah jagung jenis Hibrida Bisi 18 yang ditanam sejak Agustus lalu akhirnya siap dipungut hasilnya.
Panen ini turut dipantau langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Mekarharja, Bripka Hermawan S.IP, sebagai bagian dari program Lahan Baku Sawah (LBS) Polres Banjar. Kehadiran aparat kepolisian di tengah petani bukan hanya memberikan dukungan, tetapi juga memastikan proses panen berjalan aman dan lancar.
Jagung yang dihasilkan tak datang begitu saja. Selama masa tanam, petani harus berhadapan dengan gangguan hama ulat dan tikus. Namun berkat perawatan rutin, penggunaan pupuk yang tepat—mulai dari Urea, Ponska hingga NPK—serta kerja sama yang solid, tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen tiba.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi, S.I.K., melalui Kapolsek Purwaharja, yang mengapresiasi kerja keras petani dan pendampingan Bhabinkamtibmas di lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan melalui sinergi antara masyarakat dan kepolisian.
Ke depan, hasil panen ini diarahkan untuk dijual ke Bulog agar dapat memenuhi target serapan pangan daerah. Langkah tersebut sekaligus memastikan harga jagung tetap stabil dan petani memperoleh keuntungan yang layak.
Dengan panen yang berjalan sukses, masyarakat berharap musim tanam selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kota Banjar.

